Rabu, 18 April 2012

Menyelamatkan hutan kita,
Menyelamatkan juga budaya bangsa

Selama tiga minggu terakhir perusahaan yang menghancurkan hutan alam dan diduga menggunakan kayu Illegal Asia Pulp & Paper (APP) kemungkinan sangat sibuk memindahkan bukti-bukti kayu yang diduga illegal di pabrik Indah kiat ( IKPP) salah satu pabrik terbesar mereka di Propinsi Riau.
Mereka memiliki kesempatan melakukan bersih-bersih seperti itu karena Kementrian Kehutanan Indonesia belum mengambil tindakan untuk menyelidiki bukti penggunaan kayu ramin di pabrik APP yang kami serahkan kepada mereka tiga minggu yang lalu. Ramin merupakan jenis pohon yang terancam punah sehingga pemanfaatannya sangat dibatasi dan diatur dalam hukum internasional dan hukum Indonesia. Ramin biasanya tumbuh subur di lahan gambut yang juga merupakan habitat harimau Sumatera. Kedua spesies yang indah ini sangat terancam karena kegiatan pembabatan hutan salah satunya dilakukan oleh APP.

Sebelum kami memberikan laporan investigasi yang kami lakukan  selama setahun kepada Kementrian Kehutanan. Greenpeace bersama para seniman dan teman-teman yang peduli pada budaya dan hutan Indonesia berkumpul untuk menyaksikan pergelaran keindahan hutan Indonesia yang tersisa bertajuk “Belantara Budaya”,  melindungi masyarakat dan satwa liar yang bergantung pada kekayaan hutan yang telah menginspirasi berbagai macam budaya bangsa.

Kami membuat sebuah video klip yang HARUS kamu lihat dari semangat perayaan kekayaan budaya dan hutan Indonesia yang berlangsung di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Video ini sebagai pengingat apa yang kita pertaruhkan sebagai bangsa Indonesia jika tindakan penghancuran yang dilakukan APP tidak dihentikan.

Belantara Budaya kami gelar untuk mengingatkan kepada APP dan Pemerintah Indonesia bahwa suara-suara kekuatan dari semua sektor masyarakat yang telah bergabung dengan Greenpeace untuk melindungi hutan Indonesia dari perusahaan penghancur hutan seperti APP.


Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pendukung acara, para tamu yang datang dan tentunya supporter kami yang menyempatkan waktunya.
From : greenpeace indo
Selamatkan Hutan Indonesia


Keadaan Hutan Sumatra (2010)
Di seluruh dunia, hutan-hutan alami sedang dalam krisis. Tumbuhan dan binatang yang hidup didalamnya terancam punah. Dan banyak manusia dan kebudayaan yang menggantungkan hidupnya dari hutan juga sedang terancam. Tapi tidak semuanya merupakan kabar buruk. Masih ada harapan untuk menyelamatkan hutan-hutan ini dan menyelamatkan mereka yang hidup dari hutan.

Hutan purba dunia sangat beragam. Hutan-hutan ini meliputi hutan boreal-jenis hutan pinus yang ada di Amerika Utara, hutan hujan tropis, hutan sub tropis dan hutan magrove. Bersama, mereka menjaga sistem lingkungan yang penting bagi kehidupan di bumi. Mereka mempengaruhi cuaca dengan mengontrol curah hujan dan penguapan air dari tanah. Mereka membantu menstabilkan iklim dunia dengan menyimpan karbon dalam jumlah besar yang jika tidak tersimpan akan berkontribusi pada perubahan iklim.

Hutan-hutan purba ini adalah rumah bagi jutaan orang rimba yang untuk bertahan hidup bergantung dari hutan-baik secara fisik maupun spiritual.

Hutan-hutan ini juga merupakan rumah bagi duapertiga dari spesies tanaman dan binatang di dunia. Yang berarti ratusan ribu tanaman dan pohon yang berbeda jenis dan jutaan serangga-masa depan mereka juga tergantung pada hutan-hutan purba.

Hutan-hutan purba yang menakjubkan ini berada dalam ancaman. Di Brazil saja, lebih dari 87 kebudayaan manusia telah hilang; pada 10 hingga 20 tahun kedepan dunia nampaknya akan kehilangan ribuan spesies tanaman dan binatang. Tapi ada kesempatan terakhir untuk menyelamatkan hutan-hutan ini dan orang-orang serta spesies yang tergantung padanya.

From : greenpeace indo
ADIWIYATA OH ADIWIYATA

Adiwiyata, sebuah kata yang sudah akrab di telinga insan pencari ilmu di SMAGA JOE. Sebuah status yang layak mendapat apresiasi karena tujuannya mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah untuk melestarikan lingkungan hidup. Selain itu, menciptakan kondisi yang baik bagi sekolah untuk menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah, sehingga dapat bertanggung jawab dalam kelestarian lingkungan juga menjadi tujuan lainnya.

Adiwiyata sendiri telah mempunyai landasan hukum, yaitu Kep.07/MENLH/06/2005 dan No.05/IV/KB/2005 tentang pembinaan dan pengembangan pendidikan lingkungan hidup serta mengembangkan norma-norma dasar antara lain, norma kebersamaan, keterbukaan, kesetaraan, kejujuran, keadilan, dan kelestarian fungsi lingkungan hidup dan sumber daya alam. Namun terkadang status tersebut hanya sebatas simbol belaka. Pasalnya, banyak siswa yang masih enggan mengikuti budaya cinta lingkungan tersebut. Misalnya saja, selama ini dalam membuang sampah kita enggan untuk memilah-milah mana yang seharusnya masuk dalam kategori sampah plastik, kertas, maupun sampah organik. Padahal hal tersebut sangat diperlukan dalam proses pengomposan atau pendaur ulangan masing-masing sampah secara optimal. Oleh sebab itu, perlunya menciptakan kesadaran dalam masing-masing pribadi untuk lebih mencintai lingkungan sekitar menjadi salah satu tugas kita dalam mewujudkan tercapainya fungsi dan tujuan program “Adiwiyata”  ini.

Kesadaran masing-masing individu mutlak diperlukan karena jika kita hanya mengandalkan beberapa komponen saja, fungsi dan tujuan program tidak akan tercapai sesuai yang diharapkan. Oleh sebab itu, marilah kita ciptakan kesadaran berbudaya lingkungan ini mulai dari sekarang.Tidak perlu menunggu orang lain yang melakukannya, kita mulai dari diri kita sendiri sehingga orang lain bisa termotivasi oleh tindakan kita.So, Let’s do it right now :)

By : XI IPA 5
 Smaga JOE